RSS

Kedai Mie Tarik, makan dan nonton ‘atraksi’

14 Nov

IST

Betapa menariknya menyaksikan aksi pembuatan mi di Kedai Mie Tarik di Jalan Kaliurang KM 5 Jogja. Pembeli bisa memilih menu kemudian koki langsung membuatkan dan memasaknya.

Pembeli juga bisa melihat sendiri bagaimana sang koki meracik adonan tepung dan air. Adonan itu lalu dipukul-pukul hingga lentur, kemudian ditarik-tarik sampai berubah bentuk menjadi mie. Karena pembuatan mi ini ditarik menggunakan dua tangan, maka mi ini dinamakan mi tarik.

Menu yang dibuat dari mi tarik yang fresh ini antara lain mi tarik original yang ditaburi ayam goreng, original bakso, pedas manis, kangkung, ayam crispy, ayam crispy bakso, goreng ayam, goreng seafood dan sauce cream italy. Sebulan beroperasi sejak 6 Oktober 2011, kebanyakan pelanggan memilih menu original crispy dan asam manis serta sauce cream italy paduan rasa China dan Italia.

“Dulu saya sering makan mie tarik di Jakarta, kenapa saya tidak buat di Jogja saja?” kisah sang pemilik Kedai Mie Tarik, Fiki Fernandes saat ditemui belum lama ini.

Sejak masih bujang, bersama pacarnya Evania Malinda yang sekarang telah dinikahinya, Fiki memang sudah sering membuat usaha bersama di bidang kuliner. Sebelum mi tarik, ia membuka Mie Ayam Bakso Rusuk Mataram. Setelah menikah, mereka bekerja sama dengan Sop Ayam Pak Mien di empat titik di seluruh DIY.

“Bagi saya, makanan seenak apapun jika tidak sehat berarti tidak baik bagi tubuh. Dengan mi tarik yang dibuat di depan pengunjung, pengunjung bisa menilai sendiri sejauh mana kesehatan itu diutamakan,” lanjut lelaki yang lahir di Lampung, 26 tahun silam itu.

Maklum saja, Fiki adalah dokter umum yang praktik di beberapa apotek Jogja sehingga makanan sehat menjadi prioritasnya. Dengan slogannya Healty Homemade Noodles, setiap hari mi selalu baru tanpa bahan pengawet. Fiki tak pernah punya setok adonan mi. Ia bersama istri menggunakan tepung gandum pilihan. Minyak yang digunakan untuk pelengkap pembuatan mi supaya lebih lentur diimpor langsung dari Jakarta yang diproduksi di China.

“Seringkali pelanggan meremehkan makanan yang ia beli, padahal kita semua sebenarnya sulit mencari jajanan yang benar-benar sehat. Dengan mi tarik ini, saya sekaligus mengedukasi untuk kesehatan masyarakat,” jelas lelaki yang gemar berwisata dan icip-icip kuliner itu.

Kedai Mie Tarik berkapasitas 40 orang ini didesain ala China dengan lampion-lampion merah menyala. Meski terlihat mewah, namun menu dijual dengan harga terjangkau mulai dari Rp8.000 sampai Rp16.000 per porsi. Adapun untuk menu minuman spesial adalah Thai Tea, teh china yang dicampur susu seharga Rp5.000 per gelas.(Wartawan Harian Jogja/Tri Wahyu Utamia)

 
Leave a comment

Posted by on November 14, 2011 in KULINER

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: