RSS

Kue Adrem Sanden

16 Mar

 Adrem sebagai nama sebuah jajanan tradisional mungkin masih asing di telinga anda, termasuk pada sebagian warga Bantul. Padahal ini adlaah jajanan tradisional tempo doeloe dari Bantul, Padahal ini adalah jajanan tradisional tempo doeloe dari Bantul, yagn sampai saat ini masih terus dibuat oleh 1-2 orang pembuatnya. Para penggemar kudapan kuliner bahkan menyebut adrem sebagai jajanan khas Bantul. Khususunya berasal dari Kecamatan Sanden Bantul, kue ini dibuat dengan bahan baku utama tepung beras dan gula jawa merah yang digoreng cukup populer di era tahun 80 – 90an. Rasa dari kue ini cukup manis dan sedikit gurih, saat digigit akan terasa legit. Karena bentuknya yang unik, kue ini juga sering disebut kue Th*lpit (konth*l kejepit). Tak berlebihan, ini karena adrem memang hanya ada di daerah bantul. Hanya saja, ia tak punya nasib bagus seperti geplak, yang gampang di dapat di tempat-tempat penjualan oleh-oleh.
Adrem boleh dibilang jajanan yang unik. Unik karena jajanan ini terbuat dari adonan tepung beras, gula Jawa dan parutan kelapa. Itu yang membuat adrem berasa manis bercampur gurih. Itu pula yang membuat adrem paling pas disantap saat masih hangat. Ia adalah kawan yang cocok untuk menikmati secangkir kopi atau tehg panas yang tidak terlalu manis.Keunikan lain dari adrem adalah karena ia punya nama lain. Entah siapa yang mula-mula melekatkannya, tapi nama lain adrem ini boleh dikatakan esarul. Dan, rasanya tak pantas untuk ditulis di sini. Tapi, dari penuturan beberapa warga, sebutan saru itu bukan hal asing di telinga warga Bantul. Sebutan itu sudah cukup lama disandang oleh adrem. Bahkan, tak bisa dipungkiri sebutan saru itu mendongkrak keberadaan adrem sebagai jajanan tradisional
Seiring dengan berjalannya waktu dan kian bertambahnya keberagaman jenis makanan, kue Adrem ini semakin tenggelam kepopulerannya di generasi saat ini.
Keberadaan dari kue ini pun semakin jarang dijumpai, saat ini kue Adrem hanya bisa dijumpai di beberapa pasar tradisional di Kecamatan Sanden, Srandakan, Pandak dan Kretek. Citarasa dari kue ini juga mengalami perubahan karena adanya perubahan bahan baku gula jawa yang ditambah gula pasir sehingga mengurangi kelegitan rasanya.
Mungkinkah kue Adrem dari Sanden ini akan tetap bertahan di masa-masa mendatang, dan kembali dikenal oleh generasi muda saat ini dan generasi yang akan datang.
 
Leave a comment

Posted by on March 16, 2012 in KULINER

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: